Tampilkan postingan dengan label Aturan Touring. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Aturan Touring. Tampilkan semua postingan

Minggu, 20 Mei 2012

Kode (Sandi) Dalam Touring

Dalam rangka menyamakan presepsi touring dalam hal kode (sandi) yang digunakan dalam satu komando, para hobies "Tiger Mania" diharapkan mengerti tentang hal tersebut. Adapun kode (sandi) yang digunakan ada 2 (dua) jenis yaitu menggunakan tangan dan kaki sebagai berikut :
A. Kode Penggunaan Tangan :
1. Tangan Kiri diangkat dan Jari menunjuk dengan telunjuk kearah atas berarti barisan group berjalan satu baris dari depan kebelakang.
2. Tangan Kiri diangkat dan Jari Telunjuk dan Jari Tengah menghasilkan Angka 2 (dua) berarti  barisan dari depan kebelangang berjalan 2 (dua) lajur sampai belakang group.  
3. Tangan Kiri diangkat dan Semua Jari Terbuka dan kemudian diayun maju mundur  berarti tanda  rombongan mulai maju, atau apa bila hal ini dilakukan saat melalui perempatan / pertigaan berarti  rombongan tidak berhenti tapi tetap melaju dengan kecepatan konstan.
4. Tangan Kiri diangkat dan Kelima Jari dibuka dan kemudian dikepal secara konstan berarti  rombongan harus mengurangi kecepatan atau turun dari gigi 4 ke 3 atau dari 3-2, hal ini dilakukan apabila leader menemukan kemacetan atau penyempitan jalan atau jalan yg rusak, mobil menghalangi rombongan.
5. Tangan Kiri diangkat dan Jari dibuka namun dirapatkan lalu diarahkan ke sebelah kiri berulang ulang berarti rombongan akan ke arah kiri untuk itu rombongan harus bersiap. idealnya sebelum belok leader memberi tanda pada no 4 diatas hal ini lebih aman.
6. Tangan Kiri diangkat dan Jari dibuka namun dirapatkan lalu diarahkan kekanan melewati kepala berarti rombongan akan belok kekanan.
7. Tangan Kiri diangkat dan dikepal berarti  rombongan berhenti.
8. Tangan Kiri menunjuk tangan kearah spidometer berarti bensin perlu disisi, tunjukan ini pada petugas rombongan.


B. Kode Penggunaan Kaki :
1. Kaki Kanan turun menunjuk ada lobang di sebelah kanan berarti group dibelakang harus waspada terhadap lobang tersebut.  
2. Kaki Kiri turun menunjuk ada lobang disebelah kiri berarti group dibelakang harus waspada siapa terhadap lobang tersebut.
3. Kaki Kanan naik turun secara konstan menunjuk bahu kanan jalan mengalami kerusakan berarti  group ambil badan jalan kiri supaya aman dan nyaman.
4. Kaki Kiri naik turun secara konstan menunjuk bahu kiri jalan mengalami kerusakan berarti group ambil badan jalan kanan supaya aman dan nyaman.
5. Kedua Kaki Turun berarti ada polisi tidur atau rombongan akan melalui jembatan yg biasanya ada patahan jalan.
6. Kedua Kaki naik turun berarti badan jalan didepan kita tidak rata atau rusak sebaiknya turunkan kecepatan.
7. Kedua Kaki naik turun dan pergelang kaki bergerak kekanan dan kekiri secara konstan berarti  jalan didepan licin mungkin karena air, olie atau pasir sebaiknya turunkan kecepatan dan ikuti jalur yg di buat oleh leader.

Sabtu, 23 April 2011

Safety Riding

Merubah suatu kebiasaan bukanlah hal yang mudah, karena terbentuk dari proses berulang, untuk itu dibutuhkan pula proses berulang untuk merubahnya, dari kebiasaan yang kurang baik menjadi lebih baik.

Persiapan sebelum berkendara Sepeda Motor :
1. Pemanasan Tubuh
2. Pemeriksaan Sepeda Motor
3. Memakai Perlengkapan Berkendara

1. PEMANASAN TUBUH
Dikarenakan pentingnya menjaga keseimbangan saat mengendarai sepeda motor, maka pastikan kondisi fisik dan mental dalam kondisi siap untuk berkendara, untuk itu perlu dilakukan pemanasan tubuh sebelum mengendarai sepeda motor agar reflex tubuh siap berfungsi.

2. PEMERIKSAAN KENDARAAN.



a. Pastikan instrument lampu – lampu berfungsi dengan baik.
b. Pastikan rem depan & belakang dapat berfungsi.
c. Pastikan tekanan angin ban depan & belakang cukup.
d. Cek kondisi bahan bakar.
e. Posisikan kaca spion dengan tepat.
f. Untuk type Sport cek/stel handle kopling.
g. Menghidupkan mesin selama 2 s/d 3 menit, sebelum berangkat berkendara.

3. PERLENGKAPAN BERKENDARA
a. HELM
b. SARUNG TANGAN
c. PAKAIAN ( JAKET & CELANA PANJANG )



1. HELM
a. Biasakanlah untuk selalu menggunakan helm pelindung ketika mengendarai sepeda motor. Karena Helm-lah yang melindungi kepala yang merupakan bagian tubuh terpenting dari manusia.
b. Tali pengikat helm harus dipasang dan dikencangkan secara benar untuk mencegah helm terlepas ketika sepeda motor jatuh.
c. Tidak ada artinya menggunakan helm yang tidak dapat melindungi kepala. Gunakan helm yang sesuai dengan ukuran kepala dan dirancang untuk mengendarai sepeda motor.
d. Helm dengan warna yang cerah, mudah untuk dilihat dan tidak mudah terabaikan di jalan adalah yang lebih utama.
e. Jangan menggunakan helm yang pernah terbentur pada saat kecelakaan, karena helm tersebut tidak lagi memiliki perlindungan optimal.

2. PAKAIAN
a. Gunakan jaket tangan panjang dan celana panjang yang pas dengan tubuh pengendara dan nyaman ketika digunakan saat mengendarai sepeda motor.
b. Gunakan pakaian yang memang dirancang untuk keselamatan berkendara dan kenyamanan berkendara.
c. Pakaian tangan panjang dan celana panjang sangat dianjurkan karena keduanya dapat mengurangi efek tergores dan benturan ketika jatuh, pilihlah pakaian dengan ukuran yang pas dan dapat dengan bebas melakukan gerakan.
d. Sangat disarankan menggunakan warna pakaian yang cerah dan mudah untuk dilihat di lalulintas .
e. Tergantung dengan keadaan cuaca, pilihlah pakaian yang mudah menyerap keringat, mudah kering, atau memberikan perlindungan dari udara dingin.

3. SEPATU
a. Sangat tidak dianjurkan menggunakan sandal atau bertelanjang kaki ketika mengendarai sepeda motor, karena akan sulit untuk melakukan pengereman dan pemindahan gigi secara benar, dan ketika berhenti pengendara cenderung kehilangan kestabilannya sehingga memungkinkan terjadinya cedera karena harus bertumpu pada kaki mereka untuk menjaga keseimbangan.
b. Sepatu bertumit dan tapak sepatu yang tidak mudah slip sangat dianjurkan.
c. Sepatu Boots digunakan ketika mengendarai sepeda motor sport.

* Artikel di ambil dari www.astra-honda.com